PENDUDUK, MASYARAKAT dan KEBUDAYAAN
PENDUDUK, MASYARAKAT
dan
KEBUDAYAAN
Pendahuluan
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Apa yang menjadi kesepakatan bersama masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas.
Kebudayaan disini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola dan bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup.
Pertumbuhan penduduk adalah bertambahnya jumlah
penduduk pada suatu wilayah atau negara, bahkan juga dunia.
Berikut adalah tabel perkembangan penduduk di
dunia

dan berikut ini tabel penggandaan penduduk dunia

Demografi
Demografi adalah suatu tulisan mengenai kependudukan. ilmu demografi berarti mempelajari keadaan perubahan-perubahan penduduk, seperti terjadinya kelahiran, kematian, perpindahan, yang menghasilkan suatu data baru pada suatu wilayah tertentu .
Faktor Demografi yang mempengaruhi
faktor pertambahan penduduk.
1. Kematian
kematian adalah menghilangnya satu
nyawa yang dimiliki oleh individu. dengan kematian, tidak ada lagi tanda-tanda
kehidupan pada seseorang, yang berarti kematian ini menjadi salah satu faktor
demografi atau faktor yang membuat data kependudukan menjadi berubah.
2. Kelahiran
kebalikan dari kematian, kelahiran
adalah munculnya satu nyawa yang dimiliki oleh individu, kelahiran dihasilkan
dari 2 orang penduduk yang berlawan jenis yang diikat dalam pernikahan.
kelahiran ini secara otomatis menjadi faktor demografi bertambahnya
penduduk.
3. Perpindahan (Migrasi)
perpindahan adalah berpindahnya
tempat atau lingkungan yang ditinggali oleh individu.
setiap individu yang menempati suatu
wilayah, pastilah ia tercatat dalam data kependudukan di wilayahnya. apabila ia
berpindah ke suatu wilayah yang lain, maka data kependudukan pun akan berubah
lagi. perpindahan ini juga jelas menjadi faktor demografi.
Tingkat Kematian Kasar
Tingkat kematian kasar adalah banyak jumlah kematian hingga
kurang lebih 10.000 penduduk tiap tahunnya.
Rumus tingkat kematian kasar:
CDR: D/Px1000
CDR: (Crude Death Rate) = Angka
Kematian kasar
D: (Death) = jumlah kematian
P: (Population) = jumlah penduduk
Tingkat Kematian Khusus
Tingkat kematian khusus adalah banyaknya orang yang mati
sampai 10000 penduduk pada usia tertentu pertahun cara untuk menghitung angka
kematian khusus adalah:
ASDR = Dx/Px/1000
ASDR = Age spesific death rate
(D): (Death) = Jumlah kematian
(P): (Population) = Jumlah penduduk
Angka kelahiran
Angka kelahiran adalah bilangan yang menunjukkan
jumlah bayi yang lahir hidup dari setiap seribu penduduk dalam satu tahun.
Angka kelahiran dikatakan tinggi apabila di atas 30, angka kelahiran dikatakan
sedang apabila antara 20-30, dan angka kelahiran dikatakan rendah apabila kurang
dari 20. Sebagai contoh, misalnya angka kelahiran tahun 2015 suatu negara
adalah 25 per seribu penduduk. Hal itu berarti, angka kelahiran pada tahun 2015
negara tersebut tergolong sedang. Rumus untuk menentukan angka kelahiran,
yaitu:
Angka kelahiran = (Jumlah bayi yang
lahir hidup dalam 1 tahun / Jumlah penduduk) x 1000
Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan
penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain.
Pertama , Migrasi Internasional
dibagi menjadi tiga , yaitu :
1. Imigrasi => Masuknya penduduk
ke suatu negara
2. Emigrasi => Keluarnya penduduk
ke negara lain
3. Remigrasi => Kembalinya
penduduk ke negara
Kedua , Migrasi Nasional dibagi
menjadi empat , yaitu :
1. Urbanisasi => Dari Desa ke
Kota
2. Transmigrasi => Dari Pulau ke
Pulau
3. Ruralisasi => Dari Kota ke
Desa
4. Evakuasi => Dari tempat yang
tidak aman ke tempat yang aman
Proses Migrasi Penduduk dari Asal ke
Daerah Tujuan :
Dalam memilih daerah tujuan para
imigran cenderung memilih daerah yang terdekat dengan daerah asal.
Kurangnya kesempatan kerja didaerah
asal dan adanya kesempatan kerja didaerah tujuan merupakan salah satu alasan
seseorang melakukan mobilitas penduduk.
Informasi yang positif dari sanak
saudara, kerabat tentang daerah tujuan, merupakan sumber informasi yang penting
dalam pengambilan keputusan seseorang untuk berimigrasi.
Informasi yang negatif yang datang dari daerah tujuan, menyebabkan orang enggan untuk berimigrasi.
Makin besar pengaruh daerah
perkotaan terhadap seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
Makin tinggi pendapatan seseorang,
makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut.
Seseorang akan memilih daerah tujuan
dimana terdapat sanak saudara atau kenalan yang berada didaerah tersebut.
Migrasi masih akan terjadi apabila
di suatu daerah ada bencana alam (banjir, gempa bumi dll).
Orang yang berumur muda dan belum
berumah tangga lebih banyak mengadakan mobilitas daripada orang yang sudah
berusia lanjut dan berstatus kawin.
Makin tinggi pendidikan seseorang,
makin banyak melaksanakan mobilitas penduduk.
Jenis Struktur Penduduk
Jumlah Penduduk : Urbanisasi,
Reurbanisasi, Emigrasi, Imigrasi, Remigrasi, Transmigrasi.
Persebaran
Penduduk : Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah
dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat.
Komposisi Penduduk : Merupakan
sebuah mata statistik dari statistik kependudukan yang membagi dan membahas
masalah kependudukan dari segi umur dan jenis kelamin.
Piramida Penduduk

Piramida penduduk muda berbentuk
limas
Piramida ini menggambarkan jumlah
penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa. Jumlah angka kelahiran
lebih besar daripada jumlah kematian. Contoh Negara : India, Brazilia,
Indonesia.
Piramida penduduk stasioner atau
tetap berbentuk granat
Bentuk ini menggambarkan jumlah
penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa. Tingkat kematian rendah dan
tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Contoh Negara : Swedia, Belanda,
Skandinavia.
Piramida penduduk tua berbentuk batu
nisan
Piramida bentuk ini menunjukkan
jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila dibandingkan dengan usia dewasa.
Jika angka kelahiran jenis pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan
penduduk. Contoh Negara : Jerman, Inggris, Belgia, Prancis.
Rasio Ketergantungan
Rasio
Ketergantungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun,
ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah
penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia
yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua. Rasio
ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat
menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Semakin tingginya
persentase rasio ketergantungan menunjukkan semakin tingginya beban yang harus
ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum
produktif dan tidak produktif lagi.
Kebudayaan dan Kepribadian
kebudayaan merupakan karakter yang ada pada masyarakat di suatu tempat.
sedangkan kepribadian adalah karakter yang ada pada individu.
Jelas bahwa dalam proses pembentukan kepribadian bagi seseorang, kebudayaan merupakan komponen yang akan menentukan bagaimana corak kepribadian dari warga masyarakat khususnya generasi baru.
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri – ciri zaman batu muda :
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3. Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.
Komentar