Stres atau Depresi?
Hai Folks, buat kamu yang baru pertama ngunjungin blog aku, aku kenalin ulang ya, My name is Putri Amalia Sutalim, but aku lebih suka dipanggil "Amalia" dalam 2 tahun belakangan ini, pendeknya kamu boleh nyapa "Hai Mal..", or "Hai Li..". maybe panggilan "Putri" hanya untuk teman-teman sekolah jaman dulu (berasa udah setua apa gue ini) :D. Oke I feel enough for my introduction. To the point aja ya, karena yang bertele-tele itu belum tentu bisa bikin kamu nyaman :D (apa sih?)
Akhir-akhir ini, aku sering banget nemuin dan ngamatin kejadian-kejadian yang mengerikan in this world.
berita "Bunuh Diri" is everywhere. mulai dari kalangan artis, public figure, hingga remaja. dan ini terjadi di luar negeri maupun di Indonesia, bahkan sampe ke kampung-kampung halaman. alasan nya beragam, karena ekonomi, percintaan, karir, broken home, dan masih banyak lagi. intinya si pelaku bunuh diri tersebut bisa dibilang Depression, or Stress maybe.
Nah, dari beberapa sumber bacaan yang aku baca saat lagi "Nganggur", aku nemuin bacaan yang cukup sangat menarik yang membahas dan mengenal lebih jauh tentang stres dan depresi. and this is so important for your character education. Please read with your open minded.

[PENTING]
.
Hampir setiap orang pernah mengalami stres. Stres adalah hal yang normal dan justru baik bagi Anda dalam situasi tertentu. Ketika Anda sedang dilanda stres, misalnya karena tumpukan pekerjaan atau karena Anda sedang merencanakan pernikahan, Anda akan semakin terpicu untuk fokus pada masalah dan meningkatkan kinerja. Namun, Anda perlu berhati-hati karena kalau sudah terlewat stres, Anda bisa jadi menderita depresi.
.
Bahkan pada beberapa kasus, depresi bisa muncul tanpa didahului oleh stres.
Stres dan depresi sering kali digunakan oleh awam sebagai istilah yang dapat dipertukarkan. Padahal, kedua hal ini memiliki perbedaan mendasar. Cara kerja stres dan depresi tidaklah sama, maka penanggulangannya pun akan berbeda pula. Jika tidak ditangani dengan benar, depresi bisa membahayakan kesehatan jiwa, jasmani, hingga nyawa.
.
Jadi, penting bagi Anda untuk mengenali perbedaan stres dan depresi agar bisa merawat diri sengan tepat sebelum terlambat.
Apa bedanya Stres dan Depresi?
.
Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang yang telah berlangsung cukup lama. Stres bisa mendorong Anda untuk semakin bersemangat menghadapi tantangan, tapi juga bisa mematahkan semangat Anda.
.
Ini karena setiap orang memiliki mekanisme yang berbeda-beda dalam menghadapi stres.
Ketika Anda dilanda stres, tubuh Anda membaca adanya serangan atau ancaman. Seabagai mekanisme perlindungan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon dan zat-zat kimia seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Akibatnya, Anda akan merasakan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya Anda bisa merespon sumber tekanan secara efektif. Tubuh juga akan secara otomatis mematikan fungsi-fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan, misalnya pencernaan. Namun, apabila stres muncul pada saat-saat yang tidak diinginkan, darah akan mengalir ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merespon secara fisik seperti kaki dan tangan sehingga fungsi otak menurun. Inilah sebabnya banyak orang yang justru sulit berpikir jernih saat diserang stres.
.
Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah. Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya jadi sulit menjalani kegiatan sehari-hari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau berkendara secara normal. Siapa pun bisa terserang depresi, terutama jika ada riwayat depresi dalam keluarga terdekat Anda.
.
Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terserang depresi daripada pria.
Gejala Stres
.
Stres bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak usia sekolah.
Perhatikan gelaja-gejala stres berikut ini untuk mencari tahu apakah Anda mengalami stres atau depresi.
.
. Sulit tidur
. Gangguan daya ingat
. Gangguan berkonsentrasi
. Perubahan pola makan
. Mudah marah dan tersinggung
. Sering gugup atau gelisah
. Mudah kewalahan dengan pekerjaan disekolah atau kantor
. Merasa takut tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas dengan baik.
Gejala Depresi
.
Tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres.
Kemunculannya pun bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang. Berikut adalah berbagai gejala depresi yang biasanya terjadi.
.
. Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
. Merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi
. Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina
. Sulit mengambil keputusan
. Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya
. Tidur lebih sebentar atau lebih lama dari biasanya
. Sulit berkonsentrasi
. Sulit mengingat-ingat
. Merasa bersalah, gagal, dan sendirian
. Berpikiran negatif secara terus-menerus
. Mudah kecewa, marah, dan tersinggung
. Sulit menjalani kegiatan sehari-hari
. Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati
. Adanya pikiran untuk bunuh diri.
Kamu ternyata cenderung memiliki Depresi?
.
Jika ternyata Anda mengalami depresi, Anda harus segera mengambil tindakan. Depresi merupakan penyakit yang bisa disembuhkan kalau penanganannya tepat. Namun, depresi tidak bisa disembuhkan oleh Anda seorang diri. Anda membutuhkan bantuan orang lain. Cobalah untuk menjalani sesi konseling bersama psikolog atau psikiater. Anda juga mungkin akan dirujuk untuk menjalani berbagai terapi seperti Terapi Kognitif Perilaku (CBT) dan psikoterapi.
.
Untuk membantu Anda mengatasi kegelisahan atau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut, pengobatan dengan antidepresan dan obat penenang bisa menjadi solusinya. Obat tidur juga mungkin ditawarkan bagi Anda yang mengalami insomnia atau sulit tidur.
Ingatlah bahwa terserang depresi bukan kesalahan Anda, tapi Anda bisa melawannya.
.
Ceritakan situasi Anda dengan jujur pada orang-orang terdekat Anda agar mereka bisa mendukung dan membantu Anda sembuh lebih cepat.
.
Nah gaiss, udah tau kan bedanya stres dan depresi? tulisan diatas aku review dari Hello Sehat Medical Review Team, secara garis besar itu menurut dokter dan psikologi ya.
Tapi simpelnya sih untuk umat muslim, selama kita masih punya Iman, stres dan depresi insyaAllah gak akan bikin kita melakukan hal-hal yang diluar batas dan diluar jalan Allah. :-)
Sekian gais, oh iya catatan aja nih, Aku bukan anak Psikologi, tapi belajar dan memahami berbagai hal / ilmu itu indah. :-)
Komentar